BMKG Beri Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Sulut
BMKG Manado mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sulawesi Utara. Waspadai angin kencang di Sangihe dan Talaud hingga 20 Februari.
MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter yang diprediksi melanda perairan Sulawesi Utara (Sulut) hingga 20 Februari 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ricky D. Aror, menjelaskan bahwa kondisi ini akan mulai terjadi secara signifikan pada pertengahan pekan ini.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter mulai 17 Februari 2026," ujar Ricky di Manado, Senin (16/2/2026).
Pengaruh Kecepatan Angin dan Wilayah Terdampak
Menurut penjelasan Ricky, pola cuaca saat ini dipengaruhi oleh pergerakan angin yang dominan bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 10 hingga 25 knot. Kondisi angin kencang ini berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah perairan Utara Sulawesi.
Titik dengan kecepatan angin tertinggi diperkirakan akan melanda wilayah Perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Perairan Kabupaten Kepulauan Talaud
Peningkatan kecepatan angin tersebut secara langsung berkontribusi pada kenaikan tinggi gelombang di kedua wilayah tersebut.
Daftar Perairan dengan Status Gelombang Sedang
BMKG memprakirakan tinggi gelombang kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter) akan mencakup wilayah-wilayah Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur, Perairan selatan Sulawesi Utara, Perairan Kabupaten Minahasa Utara, Perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud, dan Laut Maluku.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
Mengingat kondisi ini sangat berisiko bagi kapal berukuran kecil maupun aktivitas penangkapan ikan tradisional, BMKG meminta para pemangku kepentingan untuk tidak mengabaikan data cuaca terbaru.
"Kami berharap warga nelayan dan operator kapal memperhatikan tinggi gelombang dan kecepatan angin untuk keselamatan pelayaran," pungkas Ricky. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


