TIMES MANADO, PACITAN – SMPN 1 Arjosari, Kabupaten Pacitan kini memusatkan seluruh informasi sekolah dalam satu sistem berbasis WhatsApp.
Inovasi bernama Transmisi Spensajos ini membuat komunikasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua menjadi lebih cepat, transparan, dan minim salah paham.
Sistem yang merupakan singkatan dari Transparansi Sekolah Melalui Sistem Informasi SMPN 1 Arjosari itu awalnya dikembangkan sebagai solusi pembelajaran saat pandemi.
Namun, karena dinilai efektif, sekolah memutuskan menjadikannya sebagai standar komunikasi permanen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Arjosari, Pujo, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan sistem tersebut.
Menurutnya, satu pintu informasi jauh lebih efisien dibandingkan pola komunikasi konvensional yang rawan simpang siur.
Penggagas Transmisi Spensajos, Sigit Wiranto, menjelaskan bahwa WhatsApp dipilih karena paling dekat dengan keseharian masyarakat.
Integrasi ini membuat sistem mudah digunakan, hemat biaya, dan bisa diakses semua kalangan.
“Tujuan kami sederhana, informasi sekolah harus cepat sampai dan bisa dipercaya. Transparansi akademik itu penting agar tidak ada lagi miskomunikasi antara guru dan wali murid,” kata Sigit, Selasa (6/1/2026).
Lebih dari sekadar papan pengumuman digital, Sistem Informasi Sekolah (SIS) ini mulai berdampak pada perubahan perilaku warga sekolah.
Evaluasi internal mencatat setidaknya tiga manfaat utama, yakni meningkatnya literasi digital, tumbuhnya kemandirian peserta didik dalam mengelola urusan akademik, serta komunikasi yang lebih harmonis antara sekolah dan orang tua.
Cara kerja SIS terbilang sederhana. Pengguna cukup mengirim kata kunci tertentu melalui WhatsApp, lalu sistem akan membalas secara otomatis sesuai informasi yang dibutuhkan.
Mulai dari informasi umum sekolah hingga jadwal pelajaran dapat diakses dengan mudah. Penjelasan teknis penggunaan sistem juga tersedia melalui kanal YouTube resmi SMPN 1 Arjosari.
Guru dan orang tua mengaku lebih tenang karena data akademik dan informasi penting kini terpusat dan terbuka.
Pihak sekolah menegaskan, keberlanjutan Transmisi Spensajos sangat bergantung pada kolaborasi seluruh warga sekolah dan wali murid.
Ke depan, sistem ini diharapkan terus berkembang menjadi layanan publik digital yang lebih canggih. SMPN 1 Arjosari Pacitan membuktikan bahwa teknologi, jika dikelola secara tepat, mampu menjadi pengungkit kemajuan pendidikan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Transmisi Spensajos, Cara SMPN 1 Arjosari Pacitan Bikin Informasi Sekolah Bisa Diakses Seujung Jari
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |