TIMES MANADO, PACITAN – Sepanjang tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan (BPBD Pacitan) menyalurkan logistik kebencanaan dengan nilai total mencapai Rp1,05 miliar. Angka itu tercatat dalam laporan persediaan logistik per 31 Desember 2025.
Total nilai logistik yang dikeluarkan BPBD Pacitan sepanjang tahun tersebut mencapai Rp1.059.910.424, seiring tingginya intensitas bencana yang terjadi di wilayah Pacitan.
Logistik yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar warga terdampak bencana, mulai dari pangan, sandang, perlengkapan rumah tangga, peralatan pendukung, hingga tambahan gizi.
Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lokasi kejadian.
Pada kategori pangan, BPBD menyalurkan beras tahap 1 dan tahap 2, sembako tahap 1, serta nasi siap saji.
Dalam catatan distribusi, beras tahap 2 disalurkan sebanyak 80 unit, sembako tahap 1 90 paket, dan nasi siap saji mencapai 720 porsi.

Selain itu, lauk pauk siap konsumsi juga didistribusikan dalam ratusan porsi, terdiri dari rendang ayam, kare ayam, dan ikan saus cabai yang disalurkan dalam beberapa tahap.
Untuk kebutuhan sandang, BPBD Pacitan menyalurkan 100 paket sandang pria, paket sandang wanita, 7 paket sandang lansia, serta selimut.
Distribusi selimut tercatat mencapai 500 unit pada satu periode dan 97 unit pada periode lainnya.
Sementara pada kategori tambahan gizi, bantuan yang disalurkan meliputi bubur hijau, biskuit tambahan gizi, susu, dan koktail buah, dengan total ratusan paket.
BPBD juga menyalurkan perlengkapan pendukung berupa 45 unit kompor gas, 95 paket peralatan makan, 74 paket alat memasak, 40 unit toren air kapasitas 1.200 liter, serta 5 unit sprayer.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, mengatakan besarnya penyaluran logistik tidak lepas dari tingginya jumlah kejadian bencana sepanjang 2025.
“Sepanjang tahun 2025 ada 384 kejadian bencana. Dari jumlah itu, 248 kejadian merupakan tanah longsor yang terjadi di 11 dari 12 kecamatan,” kata Radite, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, tanah longsor masih menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi di Pacitan dibandingkan bencana lainnya.“ Kalau di Pacitan, memang paling banyak tanah longsor,” ujarnya.
BPBD Pacitan memastikan seluruh penyaluran logistik dilakukan sesuai prosedur penanganan darurat bencana dan tercatat dalam administrasi persediaan.
Data tersebut menjadi dasar evaluasi kesiapan logistik untuk menghadapi bencana pada periode berikutnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Didominasi Tanah Longsor, Logistik Bencana BPBD Pacitan 2025 Tembus Rp1,05 Miliar
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |